Materi 7 : Normalisasi Database
Memahami Normalisasi Database: Cara Efektif Menyusun Data yang Rapi dan Konsisten
Normalisasi adalah salah satu proses penting dalam desain basis data. Tujuannya adalah untuk menyusun data agar lebih efisien, menghindari duplikasi, dan menjaga konsistensi. Dengan kata lain, normalisasi membantu kita membangun sistem database yang rapi, tidak boros ruang penyimpanan, dan minim risiko kesalahan data. Menurut Elmasri & Navathe (2015), normalisasi merupakan proses sistematis untuk mengorganisir data ke dalam bentuk tabel agar memenuhi aturan tertentu dan bebas dari anomali.
Apa Itu Normalisasi?
Normalisasi adalah proses memecah tabel besar menjadi beberapa tabel kecil yang saling berhubungan.
Tujuannya adalah untuk:
- Menghindari redundansi data (data ganda yang tidak perlu)
- Mencegah anomali data (masalah saat insert, update, delete)
- Menyusun tabel agar lebih efisien dan fleksibel
Contoh Kasus Redundansi
Misalnya, dalam satu tabel nilai siswa, nama dan alamat siswa ditulis berulang kali untuk setiap mata pelajaran yang diikuti. Jika siswa pindah alamat, maka semua baris yang terkait harus diubah. Jika ada satu baris yang lupa diubah, maka data menjadi tidak konsisten.
Anomali Data yang Sering Terjadi
1. Anomali Insert : Tidak bisa memasukkan data siswa baru jika belum ada nilai yang bisa dicatat.
2. Anomali Update : Jika ingin mengubah satu nilai atau informasi siswa, harus mengubah banyak baris sekaligus.
3. Anomali Delete : Jika data nilai dihapus, maka seluruh data siswa juga bisa ikut hilang.
Menurut Rob & Coronel (2010), anomali dalam basis data umumnya berasal dari desain yang belum dinormalisasi dengan baik.
Tahapan Normalisasi
Normalisasi dilakukan secara bertingkat atau bertahap. Berikut ini penjelasan tiga bentuk normal (normal form) yang paling umum:
1. First Normal Form (1NF) : Tabel dikatakan memenuhi 1NF jika setiap kolom hanya memiliki satu nilai (bukan array atau daftar). Misalnya, jika satu mahasiswa mengambil dua mata kuliah, maka harus dibuat dua baris, bukan satu baris berisi dua nama matkul. Tujuan 1NF adalah Menghilangkan pengulangan atau kolom yang berisi nilai ganda.
2. Second Normal Form (2NF) : Tabel memenuhi 2NF jika sudah memenuhi 1NF dan semua kolom non-kunci bergantung sepenuhnya pada kunci utama (primary key). Artinya, tidak boleh ada atribut yang hanya bergantung pada sebagian dari kunci utama gabungan. Tujuan 2NF, yaitu Menghilangkan ketergantungan parsial (parsial dependency).
3. Third Normal Form (3NF) : Tabel memenuhi 3NF jika sudah 2NF dan tidak ada kolom non-kunci yang tergantung pada kolom non-kunci lainnya. Jika ada, maka kolom tersebut harus dipindahkan ke tabel lain. Tujuan 3NF adalah Untuk Menghilangkan ketergantungan transitif, yaitu kolom yang tergantung pada kolom non-kunci, bukan pada primary key.
Menurut Connolly & Begg (2015), bentuk normal ke-3 (3NF) umumnya sudah cukup untuk menghilangkan anomali dan menjaga efisiensi database.
Tools yang Bisa Digunakan untuk Normalisasi dan Desain Database
- MySQL Workbench: Tool visual resmi dari MySQL. Sangat berguna untuk menggambar struktur tabel dan menjalankan SQL.
- DB Browser for SQLite: Cocok untuk pemula karena tidak memerlukan perintah SQL yang rumit. Antarmuka visual memudahkan untuk mengelola tabel dan data.
Kesimpulan
Normalisasi adalah fondasi penting dalam membangun sistem database yang baik. Dengan memecah data ke dalam bentuk yang tepat dan mengikuti tahapan normalisasi, kita bisa mencegah duplikasi data, menghindari anomali, dan membuat sistem lebih efisien.
Penerapan 1NF, 2NF, dan 3NF sudah cukup untuk membuat database lebih stabil dan mudah dirawat dalam jangka panjang. Tools seperti MySQL Workbench dan SQLite DB Browser dapat mempermudah proses tersebut secara praktis.

Komentar
Posting Komentar